PROBACA.COM – Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.
Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.
Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.
Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.
Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu
Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.
Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.
“Lebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?” ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.
Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.
“Ini lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,” terang warga.
“Habis pada kena kayu semua,” lanjutnya.
Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan
Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.
Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.
Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.
Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.
“Tor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,” dikutip dari video tersebut.
Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.
Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.
Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.
Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.
Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.
***














