PROBACA.ID – Badan Geologi mengungkap erupsi Gunung Anak Krakatau memiliki karakteristik menyerupai lava fountain atau lava air mancur. Fenomena tersebut ditandai dengan semburan material vulkanik berwarna merah menyala yang terlihat saat erupsi berlangsung.
Erupsi dengan pola seperti lava fountain itu juga menghasilkan aliran lava. Material tersebut keluar bersamaan dengan semburan yang memancarkan warna merah, sehingga memperlihatkan aktivitas vulkanik yang menyerupai air mancur lava.
Informasi mengenai karakter erupsi Anak Krakatau disampaikan Badan Geologi sebagai bagian dari penjelasan terhadap aktivitas gunung api tersebut. Istilah lava fountain digunakan untuk menggambarkan semburan lava dari pusat erupsi yang tampak menjulang sebelum materialnya mengalir.
Seiring aktivitas tersebut, warga diimbau menjauhi area dalam radius 3 kilometer dari Anak Krakatau. Imbauan ini ditujukan agar masyarakat tidak mendekati kawasan yang berada di sekitar pusat erupsi.
Warga yang berada di sekitar wilayah tersebut diminta memperhatikan imbauan terkait batas aman yang telah disampaikan. Radius 3 kilometer menjadi jarak yang perlu dihindari selama erupsi dengan semburan lava dan aliran material masih berlangsung.
Erupsi Anak Krakatau yang menyerupai lava fountain menunjukkan adanya semburan merah menyala sekaligus aliran lava. Namun, informasi yang tersedia tidak memuat keterangan lebih lanjut mengenai durasi erupsi, tinggi semburan, maupun dampak lain dari aktivitas tersebut.
Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak mendekati radius 3 kilometer dari lokasi gunung api. Imbauan tersebut menjadi langkah kewaspadaan menyusul adanya aktivitas erupsi yang menghasilkan semburan lava dan aliran material dari Anak Krakatau.
Sumber: Detik


















