Solar Plug-in DIY Mulai Berkembang di Amerika Serikat

Sumber Theverge
Sumber Theverge
Sumber Theverge
Sumber Theverge

PROBACA.ID – Sistem tenaga surya plug-in rakitan sendiri mulai mendapatkan pijakan di Amerika Serikat setelah lebih dari satu dekade digunakan rumah tangga di Eropa. Teknologi ini menawarkan cara yang lebih sederhana bagi konsumen untuk memproduksi listrik, karena panel dapat dipasang di balkon, dek, atau dinding dan dihubungkan ke stopkontak rumah.

Berbeda dari instalasi panel surya konvensional yang membutuhkan kontraktor, perizinan teknik, serta persetujuan perusahaan utilitas dan biasanya dimulai dari sekitar 15.000 dolar AS, perangkat plug-in solar dipasarkan sebagai peralatan rumah tangga. Harganya mulai sekitar 300 dolar AS dan dapat dipasang tanpa bantuan teknisi listrik, sesuai ketentuan keselamatan yang berlaku.

Paket standar umumnya terdiri atas beberapa panel surya dan mikroinverter berukuran kecil. Komponen tersebut mengubah energi matahari menjadi listrik yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan perangkat di dalam rumah melalui jaringan listrik yang tersedia.

Pengguna juga dapat menambahkan baterai untuk menyimpan kelebihan produksi listrik pada siang hari. Energi itu kemudian bisa digunakan setelah matahari terbenam untuk menekan biaya listrik. Baterai yang dikenal sebagai power station tersebut juga dapat menyuplai kulkas dan perangkat penting lain ketika terjadi pemadaman.

Baca Juga

Harga power station dimulai sekitar 500 dolar AS untuk kapasitas 1 kWh dan sekitar 1.500 dolar AS untuk kapasitas 3 kWh. Salah satu produk yang ditampilkan adalah perangkat EcoFlow dengan panel plug-in tahan cuaca dan baterai terintegrasi.

Di Eropa, sistem ini telah dibeli oleh jutaan rumah tangga. Jerman diperkirakan memiliki sekitar 1,5 juta sistem solar plug-in. Popularitasnya bahkan mendorong Ikea menjual perangkat serupa, meski produk tersebut pada praktiknya berasal dari EcoFlow.

Perkembangan solar plug-in didorong oleh kenaikan harga minyak dan gas sejak invasi Rusia ke Ukraina. Harga energi juga disebut masih tinggi di tengah perang Amerika Serikat dengan Iran. Pada saat yang sama, harga global panel surya dan baterai turun ke tingkat terendah, meskipun konsumen AS menghadapi biaya lebih tinggi akibat tarif pemerintahan Donald Trump terhadap panel dan baterai serta penghapusan kredit pajak energi surya.

Regulasi utilitas di Amerika Serikat sebelumnya memperlakukan panel surya berbiaya rendah yang dipasang di halaman seperti susunan panel atap berkapasitas 10 kW. Perubahan mulai terjadi setelah lebih dari selusin negara bagian mengesahkan undang-undang atau mengajukan rancangan aturan untuk melegalkan sistem plug-in solar.

Aturan di setiap negara bagian berbeda. Namun, secara umum, sistem yang memenuhi syarat dapat dipasang tanpa persetujuan awal dari perusahaan utilitas selama memenuhi standar keselamatan, mencegah kelebihan beban pada sirkuit individu, dan otomatis berhenti beroperasi ketika listrik padam demi melindungi petugas yang memperbaiki jaringan.

Di Utah, sistem solar plug-in tahun lalu diklasifikasikan ulang sebagai peralatan rumah tangga kecil. Negara bagian tersebut menjadi pelopor perubahan di tingkat negara bagian. Saat ini, penggunaan solar plug-in telah legal di Virginia, Maine, Colorado, Maryland, New Jersey, Connecticut, Vermont, dan New Hampshire.

Rancangan aturan serupa masih menunggu tanda tangan gubernur di California dan New York. Sekitar enam negara bagian lain juga telah mengajukan rancangan undang-undang terkait sistem tersebut.

Di Eropa, dari 27 negara anggota Uni Eropa, hanya Swedia dan Hungaria yang masih melarang perangkat solar plug-in.

Pengalaman penggunaan juga menunjukkan potensi penghematan yang bergantung pada kapasitas sistem dan kondisi paparan matahari. Sistem plug-in berkapasitas 400W yang digunakan selama 21 bulan di dek atap sebuah rumah di Belanda menghasilkan 709 kWh listrik dan menghemat sekitar 225 euro atau sekitar 260 dolar AS. Nilai tersebut hampir menutup harga pembelian perangkat, tetapi belum mencakup biaya power station senilai 1.800 dolar AS.

Power station itu memberikan manfaat tambahan bagi pemiliknya yang kerap tinggal di dalam van, karena dapat digunakan sebagai baterai darurat dan memungkinkan aktivitas bekerja serta tinggal di luar jaringan listrik selama berbulan-bulan.

Di wilayah dengan paparan matahari lebih tinggi dan susunan panel yang lebih besar, waktu pengembalian biaya diperkirakan lebih cepat. Sistem plug-in di Eropa dapat memasok listrik hingga 800W ke rumah, sedangkan negara bagian di AS umumnya mendukung hingga 1.200W. Sejumlah perangkat juga mampu menampung kapasitas panel yang lebih besar apabila kelebihan produksinya dialihkan ke baterai.

Adopsi sistem ini di Eropa diperkirakan terus meningkat selama harga panel surya dan baterai masih menurun. Di Amerika Serikat, legalisasi di lebih banyak negara bagian membuka peluang pertumbuhan penggunaan solar plug-in.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber Theverge

PILIHAN EDITOR

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.