PROBACA.ID – Sony memperkenalkan WH-1000XM4C, versi terbaru dari headphone WH-1000XM4 yang sempat dihentikan produksinya pada 2025. Perangkat ini mempertahankan sebagian besar karakter pendahulunya, dengan sejumlah pembaruan pada audio, konektivitas, dan fitur aplikasi.
WH-1000XM4 pertama kali dirilis pada musim gugur 2020 dan mendapat sambutan luas berkat kualitas suara, kemampuan peredam bising aktif atau ANC, serta desainnya yang ringkas. Headphone tersebut kemudian menjadi salah satu pilihan teratas di berbagai daftar rekomendasi sebelum stoknya habis.
Dari sisi tampilan, XM4C hampir tidak berubah dibandingkan XM4. Headphone ini tetap memakai desain engsel yang sama dan dapat dilipat, sementara Sony menambahkan pilihan warna lavender di samping warna putih dan hitam.
Sony sebelumnya meninggalkan desain ringkas tersebut ketika meluncurkan XM5 pada 2022. Perusahaan kemudian kembali menggunakan pendekatan serupa, meski tidak sekompak XM4C, pada XM6.
XM4C juga masih mengandalkan chip pemrosesan QN1 dan empat mikrofon untuk fitur ANC. Konfigurasi tersebut lebih sederhana dibandingkan model yang lebih baru. XM5 memakai chip QN1 dengan delapan mikrofon, sedangkan XM6 yang dirilis tahun lalu memiliki 12 mikrofon dan chip QN3.
Untuk menyesuaikan karakter suara dengan model-model Sony saat ini, profil audio XM4C diperbarui. Headphone tersebut juga memperoleh equalizer 10-band di aplikasi Headphones, meningkat dari equalizer 5-band pada XM4, serta preset khusus untuk bermain gim. Konektivitasnya menggunakan Bluetooth 6, menggantikan Bluetooth 5 pada model sebelumnya.
Namun, daya tahan baterai XM4C sedikit menurun. Sony mengklaim perangkat ini mampu digunakan hingga 27 jam dengan ANC aktif, dibandingkan 30 jam pada XM4. Meski berkurang, kapasitas tersebut tetap dinilai cukup untuk perjalanan lintas negara.
WH-1000XM4C akan tersedia pada musim gugur tahun ini dengan harga 300 dolar AS. Harga tersebut 50 dolar AS lebih murah dibandingkan harga awal XM4, tetapi 100 dolar AS lebih rendah daripada harga XM6 saat ini. Nilainya juga lebih tinggi dibandingkan harga XM4 yang pernah ditawarkan sebelum dihentikan.
John Higgins, peninjau senior untuk televisi dan audio di The Verge, menyebut dirinya masih menyukai XM4 dan memiliki unit tersebut di sisi meja kerjanya. Namun, ia mempertanyakan alasan Sony menghadirkan kembali produk itu ketika industri headphone telah berkembang selama enam tahun terakhir.
Higgins juga mencatat XM5 tetap tersedia dengan harga 200 dolar AS dan menawarkan performa yang baik, meski tidak dapat dilipat serapi XM4C. Menurutnya, harga XM5 tersebut mungkin merupakan upaya menghabiskan persediaan sebelum XM4C beredar.
Bersamaan dengan XM4C, Sony meluncurkan generasi terbaru dari dua lini headphone kelas menengah dan pemula, yakni WH-CH730N dan WH-CH530. Keduanya mendapatkan equalizer 10-band serta preset equalizer untuk gim. WH-CH730N juga kini dapat dilipat menjadi lebih ringkas.
WH-CH730N dibanderol 180 dolar AS dan dilengkapi ANC dengan daya tahan baterai hingga 50 jam. Sementara itu, WH-CH530 berharga 70 dolar AS, tidak memiliki ANC, dan dapat digunakan hingga 55 jam berdasarkan klaim Sony.
WH-CH530 tersedia dalam enam warna, yaitu hitam, cobalt, hijau mint, putih, merah muda, dan coral. WH-CH730N ditawarkan dalam warna hitam, biru, oat, putih, dan merah muda. Kedua model tersebut sudah tersedia.
Aplikasi Sony untuk kedua headphone itu juga memperoleh fitur safe mode yang memungkinkan pengguna membatasi volume maksimum. Fitur ini dapat membantu orang tua menjaga tingkat suara bagi anak-anak, meski batas volume yang telah ditetapkan tidak dapat dikunci.
Sony turut mengumumkan kolaborasi dengan Hello Kitty. Paket edisi terbatas tersebut mencakup headphone WH-1000XM6, WH-CH730N, atau WH-CH530 dalam warna hitam maupun merah muda, serta kantong pembawa berbentuk Hello Kitty dan tas bermerek karakter tersebut.
Paket Hello Kitty akan dijual dalam jumlah terbatas pada akhir tahun ini dan hanya tersedia melalui situs web Sony.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Theverge

























