PROBACA.ID – Apple diperkirakan memperkenalkan iPhone lipat pertamanya dalam acara peluncuran pada 9 September 2026. Produk tersebut menjadi peluncuran perangkat keras pertama di bawah kepemimpinan CEO baru Apple, John Ternus, sekaligus menunjukkan kuatnya pengaruh perusahaan itu terhadap arah industri ponsel.
Apple memasuki segmen ponsel lipat sekitar tujuh tahun setelah Samsung Galaxy Fold mulai dijual. Meski demikian, persiapan menuju peluncuran iPhone lipat telah mendorong perubahan pada desain produk sejumlah pesaing, terutama melalui kemunculan perangkat dengan bentuk pendek, lebar, dan menyerupai paspor.
Acara iPhone kali ini diperkirakan berbeda dari pola peluncuran sebelumnya. Beberapa model iPhone 18 kemungkinan hadir lebih dulu dalam varian Pro, sementara iPhone 18 reguler disebut baru meluncur pada awal tahun depan. Apple juga diperkirakan memasangkan peluncuran model Pro dengan iPhone lipat pertamanya.
Samsung, Huawei, dan Xiaomi telah merilis perangkat lipat berformat lebar dalam beberapa bulan terakhir. Huawei Pura X Max diperkenalkan pada April, Samsung Galaxy Z Fold 8 pada Juli, sedangkan Xiaomi 18 Fold diluncurkan sehari sebelum acara Apple. Oppo dan Honor juga disebut tengah menyiapkan produk dengan rancangan serupa.
Belum dapat dipastikan produsen mana yang pertama kali mengembangkan konsep ponsel lipat lebar. Namun, Apple dilaporkan telah mengerjakan iPhone lipat setidaknya sejak 2017. Pembocor informasi industri bahkan telah menyebut kemungkinan desain yang lebih kecil dan lebar itu sejak Februari 2025.
Rantai pasok Apple yang dibangun selama kepemimpinan mantan CEO Tim Cook dinilai bergerak relatif lambat. Karena itu, ketika informasi mengenai rencana Apple mulai diketahui oleh pembocor, para pesaing industri kemungkinan juga telah mengetahuinya. Samsung secara khusus diduga telah memahami rencana tersebut karena perusahaan itu dilaporkan menjadi produsen panel layar lipat untuk iPhone baru.
Pengaruh Apple terhadap strategi pesaing bukan hal baru. Tahun lalu, iPhone Air disebut mendorong kemunculan Samsung Galaxy S25 Edge, serta sejumlah ponsel tipis dan ringan dari Honor, Huawei, dan Tecno. Peluncuran MacBook Neo pada Maret juga diikuti oleh berbagai laptop alternatif berharga murah dan berwarna-warni dari Lenovo, Dell, serta Acer.
Perusahaan-perusahaan tersebut tidak selalu dianggap sepenuhnya meniru Apple. Namun, para produsen memahami bahwa ketika Apple membentuk kategori pasar baru, mereka perlu mempertimbangkan kehadiran di segmen tersebut. Salah satu pengecualian yang disebut adalah Vision Pro, yang minim ditiru karena banyak perusahaan tampaknya menilai produk itu tidak akan menjadi pemenang pasar.
Selama tujuh tahun perkembangan ponsel Android lipat, desain perangkat cenderung mengikuti dua bentuk yang dipopulerkan Samsung, yakni Flip dan Fold. Perubahan besar di luar pola itu baru terlihat dari lambatnya kemunculan ponsel lipat tiga.
Beberapa produsen sebelumnya pernah mengembangkan desain yang lebih mendekati format lebar. Ponsel lipat awal Oppo dan Google, misalnya, memiliki bentuk yang serupa meski tidak selebar model terbaru. Namun, kedua perusahaan kemudian meninggalkan rancangan tersebut dan mengikuti bentuk yang telah menjadi standar industri berkat Samsung.
Masuknya Apple berpotensi menjadi titik perubahan bagi segmen tersebut. Berdasarkan estimasi Counterpoint, ponsel lipat hanya menyumbang 1,6 persen dari seluruh penjualan smartphone pada 2025. Angka itu menunjukkan bahwa perangkat foldable masih menjadi produk ceruk, meski laporan yang sama memperkirakan pengiriman ponsel lipat akan tumbuh 20 persen.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Theverge
























