PROBACA.ID – Nintendo tetap menempatkan remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time di kalender rilis November, meski Grand Theft Auto VI diperkirakan mendominasi perhatian industri gim pada periode yang sama.
Dalam presentasi berdurasi 30 menit yang digelar untuk memperingati 40 tahun waralaba The Legend of Zelda, Nintendo mengungkap sejumlah informasi, termasuk judul film live-action, rangkaian konser orkestra, serta edisi khusus Switch 2. Namun, sebagian besar acara berfokus pada remake Ocarina of Time untuk Switch 2.
Nintendo menampilkan trailer baru dan video gameplay berdurasi panjang yang memperlihatkan pendekatan remake tersebut. Versi terbaru ini akan menghadirkan visual yang lebih realistis serta sejumlah fitur baru, termasuk kamera bebas. Game itu dijadwalkan meluncur pada 5 November 2026.
Tanggal tersebut berjarak dua pekan dari peluncuran Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan pada 19 November. Kehadiran game Rockstar itu telah memengaruhi kalender rilis industri gim, karena sejumlah penerbit memilih memajukan atau menunda jadwal agar tidak berhadapan langsung dengan GTA VI.
Sejak awal September, beberapa gim yang telah dirilis antara lain Star Wars Zero Company, The Blood of Dawnwalker, dan Onimusha: Way of the Sword. Sementara itu, judul-judul besar seperti Marvel’s Wolverine, Control Resonant, serta versi remaster The Witcher 3 dijadwalkan hadir pada waktu yang sama.
Situasi ini mengingatkan pada peluncuran mengejutkan Hollow Knight: Silksong pada tahun sebelumnya, ketika sejumlah gim independen menghindari waktu rilisnya. Namun, pengaruh GTA VI dinilai berada pada skala yang lebih besar. Dengan beberapa pengecualian, penerbit cenderung memilih kepadatan rilis pada September daripada bersaing dengan GTA VI pada akhir tahun.
Ocarina of Time saat ini menjadi satu-satunya rilis besar non-port yang dijadwalkan pada November. Meski demikian, kedua game tersebut tidak sepenuhnya berkompetisi secara langsung dari sisi platform. Remake Zelda akan menjadi eksklusif Switch 2, sedangkan GTA VI akan dirilis untuk Xbox dan PS5.
Persaingan keduanya tetap dapat terjadi dalam perebutan perhatian publik. Nintendo dan Rockstar sama-sama memiliki kemampuan membangun daya tarik budaya melalui strategi yang tidak terlalu bergantung pada langkah perusahaan lain di industri.
Kesuksesan besar GTA V memberi Rockstar ruang untuk mengembangkan proyek berikutnya dalam waktu yang panjang. Jarak lebih dari satu dekade antarseri Grand Theft Auto turut membangun tingkat antisipasi yang sangat tinggi. Rockstar bahkan dapat melakukan langkah yang tidak biasa, seperti merilis video gameplay panjang melalui Netflix.
Nintendo juga dikenal lebih sering mengikuti arah yang ditentukannya sendiri ketimbang tren industri. Strategi tersebut pernah menghasilkan kegagalan besar, termasuk Wii U. Namun, dalam sekitar satu dekade terakhir, Nintendo semakin mengambil jarak dari Sony dan Microsoft melalui lini perangkat keras Switch yang menggabungkan fungsi konsol rumah dan perangkat portabel.
Pendekatan Switch kemudian diikuti oleh sejumlah perangkat lain, termasuk Steam Deck dan PlayStation Portal. Bahkan, terdapat kemungkinan PS6 nantinya hadir sebagai perangkat portabel.
Perbedaan arah Nintendo dari industri konsol juga terlihat pada 2020. Pada pekan yang sama ketika PS5 dan Xbox Series X menandai generasi konsol berikutnya, Nintendo meluncurkan versi terbaru Game & Watch yang dapat memainkan Super Mario Bros. sekaligus menunjukkan waktu.
Nintendo saat ini cenderung menghindari risiko besar dan mengambil langkah yang lebih aman. Namun, perusahaan tersebut juga menunjukkan kepercayaan diri dalam menentukan rilisnya sendiri. Dengan daya tarik Zelda yang kuat, Nintendo memilih tetap menghadirkan Ocarina of Time menjelang peluncuran GTA VI.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Theverge
























