PROBACA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten menjelaskan getaran yang dirasakan berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan keterangan BPBD Banten, getaran tersebut dipicu oleh aktivitas lava dari gunung api tersebut.
BPBD Banten menyebut getaran akibat erupsi itu diprediksi masih dapat terasa hingga 12 jam. Dengan demikian, getaran diperkirakan berlangsung sampai siang. Informasi tersebut disampaikan sebagai penjelasan mengenai kondisi yang muncul setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski getaran dirasakan, BPBD Banten memastikan tidak ada kerusakan bangunan yang dilaporkan. Keterangan ini menunjukkan bahwa dampak yang disampaikan dalam informasi tersebut berupa getaran, tanpa adanya laporan mengenai kerusakan pada bangunan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi pemicu aktivitas yang kemudian menimbulkan getaran. Lava disebut sebagai faktor yang menyebabkan getaran tersebut. BPBD Banten menyampaikan perkiraan durasi getaran agar kondisi itu dapat dipahami oleh masyarakat yang merasakannya.
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat getaran tersebut. BPBD Banten juga menyebut perkiraan bahwa getaran dapat terasa hingga siang atau sekitar 12 jam sejak aktivitas erupsi yang memicunya.
Penjelasan BPBD Banten berfokus pada hubungan antara erupsi Gunung Anak Krakatau, aktivitas lava, dan getaran yang muncul. Selain perkiraan waktu berlangsungnya getaran, tidak ada informasi lain mengenai dampak tambahan dalam keterangan yang tersedia.
Sumber: Detik
























