PROBACA.ID – CEO Automattic Matt Mullenweg ditempatkan pada cuti berbayar dari perusahaan yang menaungi WordPress.com. Keputusan tersebut dilaporkan 404 Media dan dikonfirmasi juru bicara Automattic, Megan Fox, melalui pernyataan tertulis kepada The Verge pada 9 September 2026.
Fox menyatakan, “Matt Mullenweg saat ini sedang cuti dari Automattic. Mark Davies, CFO Automattic, akan memimpin perusahaan sebagai CEO interim. Dewan memiliki kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Mark dan kemampuan tim untuk menjalankan prioritas perusahaan.”
Davies ditunjuk setelah dewan meminta Mullenweg meninggalkan sementara jabatan CEO. Mullenweg tetap menjadi anggota dewan Automattic selama menjalani cuti tersebut.
Dalam pesan internal yang dilaporkan 404 Media, Mullenweg mengeklaim CFO Automattic Mark Davies “bersekongkol” dengan anggota dewan untuk menempatkannya dalam cuti. “Mereka memilih untuk menempatkan saya pada cuti berbayar. Saya memilih menentang keputusan itu,” tulis Mullenweg, merujuk pada Davies serta anggota dewan Ann Dunwoody, Toni Schneider, dan Sue Decker.
Schneider juga menyampaikan keputusan tersebut melalui papan pesan internal perusahaan. “Dewan Automattic telah memutuskan untuk meminta Matt melepaskan perannya sebagai CEO dan mengambil cuti. Kami telah meminta Mark Davies untuk menjalankan peran CEO interim selama Matt tidak bertugas. Kami telah bekerja dekat dengan Mark selama bertahun-tahun dan yakin dia akan memimpin perusahaan dengan baik selama Matt pergi,” kata Schneider, menurut 404 Media.
Mullenweg, yang turut mendirikan WordPress.org, telah memimpin Automattic sejak 2014. Pada 2024, ia menjalankan kampanye tekanan terbuka terhadap salah satu penyedia hosting WordPress terkemuka. Langkah tersebut memecah komunitas open source dan memicu sengketa hukum yang masih berlangsung.
Automattic merupakan pemilik WordPress.com, sedangkan Mullenweg juga dikenal sebagai salah satu pendiri WordPress.org. Perselisihan yang melibatkan WordPress dalam beberapa tahun terakhir berkaitan dengan merek dagang dan prinsip open source.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Theverge

























