PROBACA.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau perguruan tinggi menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran. Penyesuaian tersebut diarahkan pada penggunaan kelas daring dan hibrid agar kegiatan pendidikan dapat diselaraskan dengan kondisi yang muncul akibat erupsi.
Kemdiktisaintek imbau kampus sesuaikan pembelajaran daring akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini menempatkan perguruan tinggi sebagai pihak yang perlu menyesuaikan pola pembelajaran dengan situasi yang sedang berlangsung, terutama dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar secara langsung maupun melalui sistem daring.
Penerapan kelas daring-hibrid menjadi salah satu bentuk penyesuaian yang disampaikan untuk kampus. Melalui pola tersebut, pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring, secara langsung, atau dengan menggabungkan kedua metode sesuai kebutuhan. Penyesuaian itu berkaitan dengan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang menjadi dasar imbauan kepada perguruan tinggi.
Imbauan tersebut tidak hanya berkaitan dengan metode pembelajaran. Kampus juga diarahkan untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi ini menjadi bagian dari langkah yang disarankan agar perguruan tinggi dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan pendidikan dengan kondisi di wilayah masing-masing.
Koordinasi dengan pemda dan aktifkan posko siaga juga disarankan. Dengan demikian, perguruan tinggi mendapat arahan untuk memperhatikan hubungan kerja dengan pemerintah daerah sekaligus menyiapkan posko siaga sebagai bagian dari respons terhadap situasi yang berkaitan dengan erupsi.
Posko siaga disebut sebagai salah satu langkah yang dapat diaktifkan oleh kampus. Pengaktifan posko tersebut berjalan berdampingan dengan penyesuaian pembelajaran daring atau hibrid. Dua hal itu menjadi bagian dari imbauan yang disampaikan dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap kegiatan kampus.
Melalui imbauan ini, perguruan tinggi diminta menyesuaikan proses pembelajaran dan langkah kesiapsiagaan secara bersamaan. Penyesuaian kelas dilakukan melalui sistem daring atau hibrid, sementara koordinasi dengan pemerintah daerah serta pengaktifan posko siaga menjadi langkah lain yang disarankan kepada kampus.
Dengan arahan tersebut, kampus perlu mencermati penerapan pembelajaran sesuai kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau. Kemdiktisaintek mengarahkan penyesuaian pada bentuk pembelajaran, koordinasi dengan pemerintah daerah, dan kesiapan posko siaga tanpa mengubah inti kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi konteks utama dari imbauan bagi perguruan tinggi. Kampus diharapkan menindaklanjuti arahan melalui penerapan kelas daring-hibrid, koordinasi dengan pemda, serta pengaktifan posko siaga sebagai bagian dari penyesuaian kegiatan pendidikan.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Detik.com
























