PROBACA.ID – Fenomena asap tebal yang terlihat dari Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fenomena tersebut dinilai memiliki kemungkinan untuk bergerak atau menyebar hingga berbagai negara.
Informasi mengenai sorotan itu disampaikan dalam pemberitaan yang mengangkat kondisi Gunung Anak Krakatau serta potensi pergerakan asapnya. Namun, keterangan yang tersedia tidak memuat penjelasan lebih lanjut mengenai identitas peneliti BRIN yang menyampaikan penilaian tersebut, maupun rincian negara yang dimaksud.
Pada Sabtu, 5 September 2026, unggahan akun Instagram @bantenraya juga memperlihatkan seorang warga yang melaporkan rumahnya tiba-tiba mengalami getaran. Informasi tersebut menjadi bagian dari laporan mengenai situasi yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dalam ringkasan sumber, tidak dijelaskan durasi getaran yang dirasakan warga, lokasi pasti rumah tersebut, maupun apakah getaran itu memiliki keterkaitan langsung dengan fenomena asap tebal Gunung Anak Krakatau. Tidak tersedia pula informasi mengenai hasil pengamatan resmi, tingkat aktivitas gunung, atau imbauan dari lembaga berwenang.
Penilaian bahwa asap dapat mencapai berbagai negara menunjukkan adanya perhatian terhadap kemungkinan dampak fenomena tersebut di luar wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau. Kendati demikian, informasi yang tersedia belum memuat rincian mengenai arah pergerakan asap, kondisi atmosfer, ketinggian kolom asap, atau wilayah yang berpotensi terdampak.
Laporan ini bersumber dari materi yang mengutip pemberitaan Pronusantara.com dengan judul βPeneliti BRIN Soroti Fenomena Asap Tebal Gunung Anak Krakatau, Dinilai Bisa ke Berbagai Negaraβ. Materi yang tersedia juga mencantumkan unggahan Instagram @bantenraya sebagai sumber informasi mengenai laporan warga yang merasakan getaran pada Sabtu, 5 September 2026.
Belum ada keterangan tambahan dalam informasi yang diberikan terkait perkembangan terbaru Gunung Anak Krakatau setelah unggahan tersebut, termasuk apakah asap masih terlihat, apakah getaran kembali dirasakan, atau apakah telah diterbitkan peringatan resmi kepada masyarakat.***
Diolah dari sumber Pronusantara.com

























