PROBACA.ID – Anggota DPR I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mendorong adanya kajian mengenai carrying capacity atau daya dukung Bali dalam pengembangan pariwisata. Langkah tersebut dinilai penting seiring jumlah wisatawan yang telah mencapai 6,9 juta orang.
Kajian daya dukung diperlukan untuk melihat kemampuan Bali dalam menerima aktivitas pariwisata secara berkelanjutan. Dengan kajian tersebut, pengembangan sektor wisata diharapkan tetap memperhatikan kapasitas infrastruktur serta kondisi lingkungan.
Kesuma Kelakan menilai pertumbuhan kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan perencanaan yang tepat. Jumlah wisatawan yang besar dapat menjadi peluang bagi pariwisata, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar kegiatan wisata dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain infrastruktur, aspek lingkungan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam kajian tersebut. Bali membutuhkan pengelolaan pariwisata yang mempertimbangkan kemampuan lingkungan dalam menopang aktivitas wisatawan.
Melalui kajian carrying capacity, arah pengembangan pariwisata Bali dapat disusun berdasarkan daya dukung yang tersedia. Kajian ini juga dapat menjadi dasar untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pariwisata, infrastruktur, dan kelestarian lingkungan.
Dorongan tersebut disampaikan di tengah catatan jumlah wisatawan yang mencapai 6,9 juta orang. Angka itu menunjukkan besarnya aktivitas pariwisata di Bali sehingga diperlukan perhatian terhadap kapasitas wilayah dalam mendukung kunjungan wisatawan.
Pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi tujuan utama dari usulan kajian tersebut. Dengan memperhitungkan daya dukung Bali, pertumbuhan pariwisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan keberlanjutan lingkungan.
Kesuma Kelakan menekankan pentingnya kajian sebagai bagian dari upaya menata pariwisata Bali. Informasi mengenai kapasitas infrastruktur dan lingkungan dapat membantu menentukan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi Bali serta kebutuhan pengembangan sektor pariwisata.
Sumber: Detik
























