PROBACA.ID – Apple belum menghadirkan AirPods Pro dengan kamera dalam acara perusahaan pada September 2026. Perangkat yang sepanjang tahun dirumorkan itu disebut Bloomberg melalui Mark Gurman mengalami penundaan hingga 2027.
Dalam acara tersebut, Apple memperkenalkan sejumlah produk dan fitur baru, termasuk iPhone lipat pertamanya, iPhone Duo, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Apple juga membawa fitur active noise cancellation (ANC) ke model AirPods paling murah, AirPods 5, serta memperkenalkan Siri Recap untuk Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4.
Kamera pada AirPods yang dirumorkan disebut memiliki resolusi rendah dan βarenβt designedβ (tidak dirancang) untuk mengambil foto atau video. Sensor itu diperkirakan akan digunakan untuk memberikan informasi kepada Siri AI dan Visual Intelligence, misalnya membantu navigasi secara langsung serta mengenali tulisan, buku, dan objek di sekitar pengguna.
Namun, keberadaan kamera pada perangkat yang digunakan sehari-hari menimbulkan persoalan privasi. Lampu LED pada kacamata pintar atau earbud dinilai belum tentu cukup untuk membuat orang lain menyadari bahwa dirinya sedang direkam. Penggunaan perangkat semacam itu juga dapat luput dari perhatian ketika dibawa ke situasi yang sensitif.
Di Amerika Serikat, perekaman di ruang publik pada umumnya diperbolehkan secara hukum. Meski demikian, penggunaan kamera secara tersembunyi tetap dapat dianggap mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama karena earbud sudah menjadi perangkat yang umum digunakan.
Apple sebelumnya memperkenalkan Audio Intelligence melalui Apple Watch. Dalam dokumen dukungannya, Apple menyatakan audio tidak disimpan dan tidak ada cara untuk mengakses rekaman tersebut. Mekanisme serupa kemungkinan diterapkan pada data video yang diproses Visual Intelligence.
Apple juga menyebut data yang digunakan untuk membuat rangkuman Siri Recap tidak dapat diakses perusahaan. Data yang disimpan, seperti rangkuman Siri Recap atau potongan teks yang disimpan pengguna melalui Live Rewind, dilindungi enkripsi end-to-end. Apple turut menyatakan orang-orang tidak diidentifikasi dalam Siri Recap.
Meski begitu, efektivitas dan penerapan perlindungan tersebut belum dapat dinilai sepenuhnya karena Audio Intelligence belum dirilis. Hal serupa berlaku jika Visual Intelligence nantinya digunakan pada AirPods berkamera.
Secara teknis, kamera hanya dapat mengumpulkan informasi dari objek yang terlihat. Rambut panjang dan tebal, tudung jaket, atau perhiasan besar dapat menghalangi bidang pandang kamera. Kondisi itu berpotensi membuat AirPods berkamera berfungsi seperti earbud biasa.
Penundaan hingga 2027 mungkin berkaitan dengan upaya Apple mengatasi kendala tersebut. Ada pula kemungkinan perusahaan sedang mempertimbangkan kembali peluncuran perangkat itu di tengah perhatian publik terhadap kamera pada perangkat wearable, termasuk produk Meta dan Flock.
Di sisi lain, kamera pada AirPods berpotensi membantu aksesibilitas. Perangkat tersebut dapat meningkatkan kesadaran situasional bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan atau membantu pengguna dengan gangguan pendengaran membaca gerak bibir. Kamera dan mikrofon juga berpotensi mengenali lawan bicara lalu memusatkan mikrofon kepadanya agar suara lebih mudah dipahami.
Manfaat tersebut tetap bergantung pada tingkat kepercayaan pengguna terhadap perusahaan yang mengelola data sensor. Pengenalan Audio Intelligence di Apple Watch menjadi indikasi bahwa Apple terus mengembangkan penggunaan sensor untuk menganalisis lingkungan sekitar, meski AirPods Pro berkamera belum diumumkan.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Theverge























