PROBACA.ID – Pengiriman sepeda listrik TM-B besutan Also, perusahaan spin-off mikromobilitas Rivian, kembali tertunda meski sebelumnya dijadwalkan dimulai pada musim semi 2026. Setelah target itu bergeser ke musim panas, pelanggan masih belum menerima unit hingga musim gugur mendekat.
Sejumlah pemegang reservasi menyampaikan kekecewaan mereka melalui Reddit. Menanggapi keluhan tersebut, Saul Leiken, product manager Also, menerbitkan surat sepanjang 661 kata pada akhir pekan lalu untuk meminta maaf dan menjelaskan kendala yang dihadapi perusahaan.
Leiken mengatakan keterlambatan terjadi karena Also mempertahankan standar kualitas yang ketat, alih-alih mempercepat pengiriman produk yang belum sepenuhnya siap. Ia mengaitkan hambatan tersebut dengan “tantangan rantai pasok yang signifikan” sebagai dampak dari meningkatnya kebutuhan industri kecerdasan buatan.
Menurut Leiken, Also kesulitan mendapatkan material untuk printed circuit board (PCB) dan integrated circuit (IC) yang digunakan pada TM-B. Dalam beberapa kasus, tim perusahaan harus mencari material baru yang berbeda dari rancangan awal. Perubahan itu kemudian membutuhkan rekayasa dan pengujian tambahan untuk memastikan material tersebut sesuai.
Baterai TM-B juga menjadi salah satu sumber tantangan. Sepeda listrik itu ditawarkan dengan pilihan baterai berkapasitas 538Wh atau 808Wh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 mil. Namun, penyaluran daya sebesar 240W melampaui pedoman regulasi yang berlaku saat ini.
Karena itu, Also bekerja sama dengan kelompok penyusun standar untuk menetapkan “protokol keselamatan dan pengujian baru”, kata Leiken.
Selain komponen elektronik dan baterai, sistem penggerak DreamRide turut memperlambat peningkatan produksi. Sistem tersebut menggunakan teknologi pedal-by-wire, sehingga tidak ada hubungan mekanis langsung antara kayuhan dan gerakan sepeda.
Pengendara mengayuh motor generator pada bagian crank untuk mengisi kembali baterai. Sementara itu, motor traksi yang terletak di roda belakang digerakkan melalui perangkat lunak dan menggunakan Gates Carbon belt drive. Menurut Leiken, sistem ini memerlukan “manufaktur dengan presisi tinggi”, sehingga produksi ditingkatkan secara lebih lambat untuk menjaga kualitas.
TM-B diperkenalkan sebagai sepeda listrik dengan pendekatan teknologi yang berbeda, termasuk baterai yang dapat diisi melalui USB-C, seat post yang bisa dilepas, serta sistem pedal-by-wire yang dikendalikan perangkat lunak. Berbagai fitur tersebut membuat desain dan proses produksinya lebih kompleks dibandingkan sepeda listrik konvensional.
Leiken mengakui Also seharusnya dapat menyampaikan informasi mengenai keterlambatan dengan lebih baik kepada pelanggan. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Dengan produk apa pun yang kompleks dan sarat teknologi, kami punya pilihan. Saat meningkatkan produksi, kami dapat melonggarkan standar dari jadwal awal atau mempertahankan standar tinggi dan menghadapi kemungkinan keterlambatan. Kami percaya keputusan untuk mempertahankan standar tersebut adalah, dan tetap merupakan, keputusan yang tepat. Pada saat yang sama, kami setuju bahwa seharusnya kami lebih banyak berkomunikasi selama proses berlangsung.”
Also belum mengirimkan TM-B kepada pelanggan hingga waktu laporan tersebut diterbitkan.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Theverge

























