\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    \n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    \n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    \n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    \n
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    \n
  • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    \n
      \n
    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

      \n
      \n
        \n
      • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

        Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

        YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

        Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

        Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

        Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

        Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

        Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

        \n

        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
        \n
          \n
        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

          \n

          Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

          Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
          \n
            \n
          • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

            Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

            YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

            Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

            Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

            Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

            Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

            Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

            \n

            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
            \n
              \n
            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

              \n

              Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

              Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

              Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

              Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
              \n
                \n
              • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                \n

                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                \n
                  \n
                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                  \n
                • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                  Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                  Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                  Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                  Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                  Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                  \n
                    \n
                  • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                    \n
                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                    \n
                      \n
                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                      \n
                    • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                    • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                    • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                      Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                      Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                      Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                      Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                      Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                      \n
                        \n
                      • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                        Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                        YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                        Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                        Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                        Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                        Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                        Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                        \n
                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                        \n
                          \n
                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                          \n
                        • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                        • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                        • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                        • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                        • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                          Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                          Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                          Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                          Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                          Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                          \n
                            \n
                          • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                            Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                            YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                            Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                            Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                            Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                            Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                            Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                            \n
                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                            \n
                              \n
                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                              \n
                                \n
                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                \n
                                  \n
                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                  \n

                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                    \n
                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                    \n
                                      \n
                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                      \n

                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                        \n
                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                        \n
                                          \n
                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                          \n

                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                            \n
                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                            \n
                                              \n
                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                              \n

                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                \n
                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                \n
                                                  \n
                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                  \n

                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                    \n
                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                    \n
                                                      \n
                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                      \n

                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                        \n
                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                        \n
                                                          \n
                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                          \n

                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                            \n
                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                            \n
                                                              \n
                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                              \n

                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                \n
                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                \n
                                                                  \n
                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                  \n

                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                    \n
                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                    \n
                                                                      \n
                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                      \n

                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                        \n
                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                        \n
                                                                          \n
                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                          \n

                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \n
                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                            \n
                                                                              \n
                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                              \n

                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                \n
                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                \n
                                                                                  \n
                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                  \n

                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \n
                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                    \n
                                                                                      \n
                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                      \n

                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        \n
                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                        \n
                                                                                          \n
                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                          \n

                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \n
                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                            \n
                                                                                              \n
                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                              \n

                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                \n
                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                \n
                                                                                                  \n
                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                  \n

                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \n
                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                    \n
                                                                                                      \n
                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                      \n

                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        \n
                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                        \n
                                                                                                          \n
                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                          \n

                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \n
                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                            \n
                                                                                                              \n
                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                              \n

                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                \n
                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                \n
                                                                                                                  \n
                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                  \n

                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \n
                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                    \n
                                                                                                                      \n
                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                      \n

                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        \n
                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                        \n
                                                                                                                          \n
                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                          \n

                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \n
                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                            \n
                                                                                                                              \n
                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                              \n

                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                \n
                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                \n
                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                              Pendidikan

                                                                                                                                                                              Berisi informasi terkini tentang seputar dunia pendidikan di Indonesia.