\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n

Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n

Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n

Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n

Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n

Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n

Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n

Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n

Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n

\"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n

Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n

\"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n

Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n

JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n

Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n

Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n

Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n

Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n

Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n

Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n

Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n

BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n

Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n

Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n

Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":412,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:07:46","post_date_gmt":"2026-01-14 14:07:46","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Konsep welas asih itu kini terlihat dalam sebuah pernikahan anak muda alias Gen Z yang viral di media sosial (medsos).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 14 Januari 2026, pasangan Gen Z itu membagikan souvenir unik berupa bibit pohon kepada tamu undangannya.<\/p>\n\n\n\n

\"Gen Z nikah, souvenirnya bibit pohon,\" demikian tertulis dalam postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sebuah sikap mendalam yang dinilai penuh dengan kesadaran ekologis demi kelestarian lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat dalam cuplikan video itu, para tamu undangan di pernikahan tersebut menerima souvenir unik itu dengan melempar senyuman penuh makna.<\/p>\n\n\n\n

Cinta yang Akan Terus Bertumbuh<\/h3>\n\n\n\n

Hal yang tak kalah memikat perhatian, adalah kata-kata yang tertulis dalam setiap souvenir pernikahan Gen Z tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Seperti kebaikan lainnya, cinta akan terus tumbuh. Tertanda, Rindu dan Nada,\" tulis mereka.<\/p>\n\n\n\n

Sampai dengan Rabu, 14 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 10,4 ribu pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Jadi Inspirasi untuk Warga Lainnya<\/h3>\n\n\n\n

Dalam postingan itu, tak sedikit warganet yang turut berkomentar tentang souvenir unik pasangan Gen Z itu.<\/p>\n\n\n\n

Ada yang mengaku ingin meniru ide tersebut demi kelestarian lingkungannya, namun masih menunggu waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n

\"Bagus idenya dan pengen meniru, tapi belum ketemu jodohnya,\" ungkap warganet dengan akun @ahmadijogja.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, terdapat pula warganet yang memberikan dukungannya untuk pasangan Gen Z itu agar senantiasa mencintai pasangan dan lingkungan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Cinta istri, cinta lingkungan,\" sebut warganet melalui akun Instagram @ridhonovembrian.<\/p>\n\n\n\n

\"Ini sangat bagus untuk investasi masa depan bumi. Keren,\" timpal warganet lainnya dengan akun @apriliaroyowati.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Viral Pasangan Gen Z Jadikan Bibit Pohon Souvenir Unik di Pernikahan Mereka","post_excerpt":"Sebagian orang meyakini, cinta akan tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan rasa welas asih atau kepedulian tulus untuk orang-orang di sekitarnya.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"viral-pasangan-gen-z-jadikan-bibit-pohon-souvenir-unik-di-pernikahan-mereka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:08:42","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:08:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=412","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Peristiwa

Menyajikan rangkuman kejadian penting dan menarik yang sedang ramai dibicarakan.