JAKARTA, probaca.com — Ketertarikan investor global terhadap instrumen keuangan Indonesia kembali menguat. Kepercayaan ini terbukti dari keberhasilan penerbitan obligasi internasional perdana Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) senilai USD 1,5 miliar yang disambut sangat positif oleh pasar keuangan dunia.
Berdasarkan keterangan resmi Danantara pada Jumat (12/6), antusiasme pasar terlihat dari lonjakan peak orderbook yang menyentuh angka USD 4,6 miliar. Jumlah permintaan ini melesat lebih dari tiga kali lipat dari total obligasi yang ditawarkan. Permintaan yang melimpah tersebut datang dari deretan investor institusi papan atas di wilayah Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.
Pencapaian besar ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar internasional menilai Danantara Indonesia memiliki fondasi institusi yang kokoh dan prospek jangka panjang yang menjanjikan. Di tengah situasi ekonomi global yang menantang, kemampuan menarik minat investor dalam skala besar menjadi prestasi yang luar biasa.
Kesuksesan ini bahkan diraih saat pasar keuangan dunia masih diselimuti ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik. Ditambah lagi, tren kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat yang biasanya memicu sikap hati-hati investor, terbukti tidak menyurutkan minat terhadap instrumen milik Danantara ini.
Misi Besar Danantara
Besarnya permintaan investor terhadap obligasi ini menunjukkan bahwa pasar internasional menilai Danantara memiliki fundamental yang kuat, tata kelola yang baik, serta arah pengembangan bisnis yang jelas.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa target jangka panjang Danantara masih cukup besar. Oleh karena itu, Kepala Negara mendorong jajaran pimpinan Danantara untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara optimal.
“Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh,” tegas Presiden dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia bebera waktu lalu.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya memiliki tingkat pengembalian aset (return on asset) minimal 10 persen. Namun dalam tahap awal, Presiden menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahun.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa keberadaan Danantara merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang sebanding dengan sovereign wealth fund di tingkat global.
Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya menjadi pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***




















